TIPS MENULIS UNTUK PEMULA

Menulis itu sebenarnya sederhana. Saking sederhananya menulis tidak ubahnya orang bicara secara lisan. Antara bicara dengan lisan dan tulisan bisa dibilang sama. Karena sama sama mengungkapkan ide atau gagasan. Menulis adalah upaya seseorang untuk menyampaikan pendapat melalui media tulisan. Begitu pula berbicara via lisan.

Namun tidak semua yang bisa ngomong via lisan pasti bisa menulis. Padahal antara keduanya sama. Hal ini tidak perlu bukti karena sudah kita ketahui bersama.

Nah, berikut ini sedikit saya memberi tips belajar menulis untuk pemula. Pertama-pertama harus diyakinkan dulu bahwa menulis itu mudah. Hal ini agar kita yang baru saja berkenalan dengan dunia tulis menulis ini bersemangat dan tidak berkecil hati jika suatu saat mengalami kemacetan dalam belajarnya.

Berikutnya yang perlu dipahami bahwa siapa saja berpotensi menjadi penulis asal sudah bisa membaca dan menulis huruf. Untuk dua syarat ini saya yakin yang ada disini tidak perlu diragukan lagi karena tidak mungkin orang yang buta buruf bisa nyasar ke blog ini.

Jika demikian maka kita sudah punya modal memulis. Kalau boleh memberi contoh orang belajar menulis sama dengan orang belajar mengendarai sepeda. Syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu bagi kita orang yang belajar mengendarai sepeda motor adalah bisa menjalankan sepeda ontel. Memang ada kemungkinan orang yang belum bisa menaiki sepeda ontel bisa langsung belajar sepeda motor. Tapi waktunya lumayan lama. Karena ada dua pelajaran yang dilakukan sekaligus. Yaitu belajar keseimbangan dan mengendarai sepeda motor itu sendiri.

Begitu pula dengan orang yang belajar menulis. Jika ada orang mau belajar menulis menuangkan gagasan sementara dia belum bisa membaca huruf apalagi menulis huruf maka kemungkinan untuk belajar menulis sangat kecil sekali. Karena disamping harus belajar menungkan gagasan secara terstruktur dia harus lebih dahulu mengenali huruf mulai A sampai Z.

Kembali ke topik utama. Untuk memudahkan kita dalam belajar menulis berikut ini mungkin bisa anda praktekkan. Pertama menulislah layaknya kita berbicara. Semua apa yang terlintas pada pikiran kita segeralah ketikkan di word PC yang kita miliki. Dimana saja boleh kita menuangkan isi pikiran kita. Dan apabila kita membuat blog untuk kita jadikan tempat menampung hasil dari pikiran maka ini adalah langkah yang sangat bagus.

Ketika kita sudah memulai menuliskan ide maka jangan sampai ada pikiran tulisan kita jelek. Walaupun kenyataannya memang demikian. Kenapa begitu? Karena kalau pikiran ini terus dimunculkan atau setidaknya tiba-tiba muncul secara tidak sengaja maka apa yang sedang kita garap tidak akan selesai-selesai.

Seringkali para penulis pemula menulis satu baris saja sudah merasa tulisannya jelek. Sehingga apa yang sudah ditulis tadi dihapus. Lalu ditulis lagi hapus lagi tulis lagi dan seterusnya sampai capek. Karena kecapekan. Maka dia menidurkan diri dan akhirnya tidur beneran tanpa menghasilkan tilisan.

Apa yang saya sampaikan ini bukan untuk mengendorkan semangat anda yang baru saja memulai menulis. Akan tetapi saya ingin mengingatkan bahwa untuk tahap penula tulis saja semua apa yang ada di pikiran kita. Setelah semua ide terkuras maka hasil tulisan tersebut diteliti kembali. Jika ada kesalahan baik pemilihan kata atau kesalahan pada pebyusunan kalimat maka baru boleh diadakan editing.

Intinya, antara aktivitas dan menulis dan mengedit  ini tidak boleh dilakukan secara bersamaan. Selesaikan dulu tulisannya. Karena dua tugas ini berasal dari dua sisi otak yang berbeda. Untuk tahap menulis sebisa mungkin kita menggunakan otak kanan yang lebih spontan dalam mebgeluarkan ide atau gagasan.

Sedangkan untuk tahap kedua baru dilakukan pengeditan. Yahap kedua ini cenderung menggunakan otak kanan. Diantara dua bagian otak ini harus sinergi.


EmoticonEmoticon